<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Admin, Author at Insan Wisata Consulting</title>
	<atom:link href="https://insanwisata.id/author/admin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://insanwisata.id/author/admin/</link>
	<description>Konsultan Perencanaan Pariwisata</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Feb 2026 05:33:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2022/12/cropped-Screen-Shot-2022-12-12-at-13.15.54-32x32.png</url>
	<title>Admin, Author at Insan Wisata Consulting</title>
	<link>https://insanwisata.id/author/admin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123967821</site>	<item>
		<title>Insan Wisata Kids Wakili Indonesia di Asia New Travel Bootcamp 2026, Bawa Misi Pariwisata Regeneratif ke Panggung Global</title>
		<link>https://insanwisata.id/insan-wisata-kids-antb-jepang/</link>
					<comments>https://insanwisata.id/insan-wisata-kids-antb-jepang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 04:29:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ANTB 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata regeneratif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://insanwisata.id/?p=8232</guid>

					<description><![CDATA[<p>Insan Wisata Kids wakili Indonesia di Asia New Travel Bootcamp Jepang promosikan desa wisata dan produk berbasis pariwisata regeneratif.</p>
<p>The post <a href="https://insanwisata.id/insan-wisata-kids-antb-jepang/">Insan Wisata Kids Wakili Indonesia di Asia New Travel Bootcamp 2026, Bawa Misi Pariwisata Regeneratif ke Panggung Global</a> appeared first on <a href="https://insanwisata.id">Insan Wisata Consulting</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada 5–6 Februari 2026 menjadi penanda langkah baru bagi Insan Wisata Kids di panggung internasional. Setelah terpilih sebagai salah satu dari 25 peserta terbaik dalam program Wonderful Indonesia Scale-up Hub (WISH) 2025, operator wisata berbasis di Yogyakarta ini kembali dipercaya mewakili Indonesia dalam ajang <strong>Asia New Travel Bootcamp (ANTB) 2026</strong> yang digelar di Naha, Okinawa.</p>



<span id="more-8232"></span>



<p>Keikutsertaan ini bukan sekadar hadir sebagai delegasi. Di tengah pertemuan para <em>travel innovators, startup</em>, dan pelaku industri pariwisata Asia, Insan Wisata Kids membawa satu gagasan yang terus mereka rawat sejak awal berdiri, yakni <strong>pariwisata regeneratif berbasis edukasi anak dan pemberdayaan masyarakat lokal.</strong></p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Dari WISH Menuju Forum Asia</strong></h2>



<p>Perjalanan menuju ANTB 2026 bermula dari program <a href="https://kemenpar.go.id/apresiasi-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif/siaran-pers-kemenpar-luncurkan-wonderful-indonesia-scale-up-hub-2025-perkuat-ekosistem-pariwisata">WISH 2025</a>, inisiatif Kementerian Pariwisata yang dirancang untuk mendorong pelaku usaha pariwisata agar mampu naik kelas dan berdaya saing global. Dalam program tersebut, pendekatan Insan Wisata Kids dinilai sejalan dengan arah transformasi pariwisata nasional, yang telah bergeser dari sekadar mengejar kuantitas kunjungan menuju kualitas pengalaman dan dampak jangka panjang.</p>



<p>Konsep yang mereka tawarkan tidak berhenti pada transaksi wisata. Pariwisata diposisikan sebagai ruang belajar, ruang interaksi, sekaligus ruang pemulihan. Bukan hanya memberi dampak ekonomi, tetapi juga menjaga alam, merawat budaya, dan memperkuat kapasitas masyarakat lokal.</p>



<p>Co-Founder Insan Wisata Kids, Hannif Andy, menyebut momentum ini sebagai validasi sekaligus tanggung jawab baru.</p>



<p>“Kami melihat bahwa segmen pasar di nusantara makin sadar akan pentingnya perjalanan yang berkualitas dan bertanggung jawab. Fenomena alam yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat bahwa relasi manusia dengan lingkungan tidak bisa lagi diabaikan. Dalam konteks itu, pariwisata regeneratif menjadi pendekatan yang kami tawarkan. Bukan sekadar meminimalkan dampak, tetapi menciptakan dampak positif bagi alam dan masyarakat. ANTB menjadi ruang untuk membuktikan bahwa pendekatan ini relevan dalam konteks Asia,” ujarnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/DSC00612-1024x682.jpg" alt="Insan Wisata Kids Wakili Indonesia di Asia New Travel Bootcamp 2026, Bawa Misi Pariwisata Regeneratif ke Panggung Global" class="wp-image-8233" srcset="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/DSC00612-1024x682.jpg 1024w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/DSC00612-300x200.jpg 300w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/DSC00612-768x512.jpg 768w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/DSC00612.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Asia New Travel Bootcamp: Ruang Bertemunya Inovasi</strong></h2>



<p>Asia New Travel Bootcamp dikenal sebagai forum inovasi pariwisata yang mempertemukan pelaku industri lintas negara. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi diskusi strategis, <em>pitching, panel talk</em>, hingga <em>networking</em> dengan pemangku kepentingan industri pariwisata regional.</p>



<p>Dari Indonesia, hanya dua pelaku industri yang terlibat aktif, yakni Insan Wisata Kids dan Borneo Escape dari Palangkaraya. Kehadiran keduanya menjadi representasi wajah baru pariwisata Indonesia yang tidak hanya menjual destinasi, tetapi juga menawarkan model pengelolaan berbasis nilai.</p>



<p>Dalam sesi berbagi praktik baik, Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Rizki Handayani, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, memaparkan model edutrip yang dijalankan Insan Wisata Kids.</p>



<p>Program tersebut dirancang sebagai pembelajaran luar ruang bagi anak usia 2,5 hingga 12 tahun bersama keluarga. Konsepnya sederhana, tetapi berdampak. Anak tidak hanya datang untuk bermain, tetapi terlibat langsung dalam pengalaman yang membentuk kesadaran.</p>



<p>“Kadang sesederhana urusan nasi di meja makan. Banyak orang tua menghadapi tantangan ketika anak-anak sulit makan atau tidak menghargai makanan yang tersaji. Melalui program Insan Wisata Kids, pengalaman itu diubah menjadi proses belajar yang nyata. Anak-anak tidak hanya diajak berwisata, tetapi terlibat langsung dalam atraksi pertanian, seperti membajak sawah, menanam padi, memahami bagaimana pangan dihasilkan. Dari situ tumbuh kesadaran dan penghargaan terhadap apa yang mereka konsumsi setiap hari,” ujarnya.</p>



<p>Model ini dinilai menarik karena tidak hanya menawarkan paket wisata, melainkan sebuah kurikulum pengalaman yang terstruktur. Anak dan keluarga diajak memahami pentingnya menjaga dan memulihkan alam (<em>preserving nature</em>), merawat nilai serta identitas budaya (<em>preserving culture</em>), serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan langsung di desa mitra. Dalam pendekatan tersebut, wisatawan tidak lagi ditempatkan sebagai penonton, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang berkontribusi terhadap keberlanjutan destinasi.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1280" height="853" src="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-08.35.25.jpeg" alt="Insan Wisata Kids Wakili Indonesia di Asia New Travel Bootcamp 2026, Bawa Misi Pariwisata Regeneratif ke Panggung Global" class="wp-image-8235" srcset="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-08.35.25.jpeg 1280w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-08.35.25-300x200.jpeg 300w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-08.35.25-1024x682.jpeg 1024w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-11-at-08.35.25-768x512.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perwakilan Insan Wisata Kids (Yogyakarta), Borneo Escape (Palangkaraya), dan Kementerian Pariwisata RI dalam rangkaian kegiatan Asia New Travel Bootcamp 2026 di Okinawa, Jepang.</figcaption></figure>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Membuka Ruang Kolaborasi Lintas Negara</strong></h2>



<p>Selain berbagi praktik, ANTB 2026 juga menjadi ruang strategis untuk memperluas jejaring internasional. Di sela forum, tim Insan Wisata Kids memperkenalkan produk dan paket wisata dari desa mitra yang telah menjalin kerja sama sejak 2024.</p>



<p>Produk kreatif berbasis kearifan lokal, hasil olahan limbah, hingga modul edutrip diperkenalkan sebagai bukti konkret bagaimana prinsip regeneratif diterapkan dalam praktik. Cerita tentang desa, tentang proses kolaborasi, dan tentang perubahan kecil yang berdampak menjadi narasi yang mendapat perhatian dari peserta yang hadir di ANTB 2026.</p>



<p>Respons yang diterima cukup positif. Beberapa pelaku industri dari Jepang dan negara Asia lainnya mulai membuka diskusi mengenai kemungkinan kolaborasi program edukasi lintas negara, termasuk potensi <em>cultural exchange</em> untuk anak dan keluarga. Momentum ini memperlihatkan bahwa inovasi berbasis komunitas dari Indonesia memiliki ruang yang setara di forum internasional.</p>



<h2 class="wp-block-heading"><strong>Inspirasi untuk Ekosistem Nasional</strong></h2>



<p>Keikutsertaan dalam ANTB 2026 tidak hanya menjadi capaian personal bagi Insan Wisata Kids, tetapi juga refleksi tentang arah baru pariwisata Indonesia. Dukungan pemerintah melalui program WISH menunjukkan bahwa kolaborasi antara negara dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mendorong transformasi industri.</p>



<p>Dari WISH 2025 hingga ANTB 2026, perjalanan Insan Wisata Kids memperlihatkan bahwa gagasan yang tumbuh dari komunitas lokal mampu menembus panggung regional. Transformasi pariwisata Indonesia, pada akhirnya, tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur atau peningkatan angka kunjungan. Ia juga ditentukan oleh keberanian menghadirkan model baru, konsistensi menjaga nilai, serta kesediaan untuk belajar dan berkolaborasi.</p>
<p>The post <a href="https://insanwisata.id/insan-wisata-kids-antb-jepang/">Insan Wisata Kids Wakili Indonesia di Asia New Travel Bootcamp 2026, Bawa Misi Pariwisata Regeneratif ke Panggung Global</a> appeared first on <a href="https://insanwisata.id">Insan Wisata Consulting</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://insanwisata.id/insan-wisata-kids-antb-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">8232</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Trekking Plunyon: Memahami Konsep Travelling Ramah Lingkungan</title>
		<link>https://insanwisata.id/trekking-plunyon/</link>
					<comments>https://insanwisata.id/trekking-plunyon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Oct 2023 02:42:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata]]></category>
		<category><![CDATA[Pariwisata Berkelanjutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://insanwisata.id/?p=6768</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kegiatan ekowisata di Gunung Merapi dapat menjadi model yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat setempat, dan para pengunjung.</p>
<p>The post <a href="https://insanwisata.id/trekking-plunyon/">Trekking Plunyon: Memahami Konsep Travelling Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://insanwisata.id">Insan Wisata Consulting</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada 14 Oktober 2023, Insan Wisata berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan TEDx UGM yang bertempat di Plunyon, Kali Kuning, Yogyakarta. Berbeda dari <em>event</em> sebelumnya, TEDx UGM mengajak peserta untuk merasakan keindahan alam sekaligus meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan. Konsep acara ini menggabungkan aktivitas <em>trekking</em> dan <em>sharing</em> yang menggandeng operator perjalanan yang telah sukses mengembangkan konsep wisata ramah lingkungan, yakni Moana. </p>



<span id="more-6768"></span>



<p>Acara <em>trekking</em> yang diselenggarakan TEDx UGM bersama Moana ini tentunya tidak hanya menawarkan pengalaman <em>trekking</em> yang berkesan di lereng Gunung Merapi. Namun, memberikan kesempatan kepada peserta untuk terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan memberikan penghargaan terhadap alam. Salah satu aksi nyatanya adalah dengan melakukan pelepasan ikan di kawasan Kali Kuning. </p>



<p>Hadir sebagai narasumber, Hannif selaku pemerhati pariwisata dari Insan Wisata Consulting menjelaskan bahwa konsep <em>trekking</em> yang berkembang saat ini adalah bentuk respon terhadap permintaan pasar. Di samping itu, <em>trekking</em> adalah bentuk <a href="https://insanwisata.id/pengembangan-ekowisata/">konsep ekowisata</a> yang dapat menjadi solusi untuk meminimalkan dampak negatif dari pembangunan pariwisata. </p>



<p>Iwan, selaku masyarakat lokal di lereng Merapi yang juga bergerak sebagai pelaku wisata menambahkan, bahwa Merapi menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Selain berprofesi sebagai petani, banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan kepariwisataan, seperti penyedia jasa pemandu wisata, operator <em>jeep</em>, membuka penginapan, dan berjualan makanan minuman.</p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="1600" height="1069" src="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSC08225.jpg" alt="" class="wp-image-6772" srcset="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSC08225.jpg 1600w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSC08225-300x200.jpg 300w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSC08225-1024x684.jpg 1024w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSC08225-768x513.jpg 768w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSC08225-1536x1026.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></figure>
</div>


<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>



<p>Senada dengan Hannif dan Iwan, <em>founder</em> Moana yang diwakilkan oleh Anita Briana menjelaskan bahwa Moana telah berkomitmen untuk mengembangkan konsep wisata yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan. Lewat Moana Bike Tour, Anita sukses menyelenggarakan banyak <em>trip</em> bersepeda di beberapa tempat, seperti Nanggulan, Kota Gede, dan lokasi lainnya. Desain <em>trip</em> ini tidak sepenuhnya dikelola Moana, melainkan juga memberikan ruang untuk melibatkan masyarakat lokal. </p>



<p>Dalam kegiatan <em>trekking</em> dan <em>sharing</em> yang diselenggarakan oleh <a href="https://www.ted.com/">TEDx UGM</a> tersebut, setidaknya terdapat beberapa kesimpulan yang dapat dijadikan refleksi bersama. Pertama, bahwa pengembangan ekowisata di kawasan TNGM harus dikonsep melalui pendekatan pendidikan lingkungan. Artinya, kegiatan wisata harus mampu mengedukasi pengunjung tentang ekosistem, keanekaragaman hayati, dan pentingnya pelestarian alam.</p>



<p>Kedua, pengembangan ekowisata di TNGM harus mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal. Hal ini sudah terlihat melalui munculnya unit-unit jasa/usaha baru, seperti jasa pemandu, usaha penginapan, UMKM, serta berkembangnya desa-desa wisata di lereng Gunung Merapi.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://insanwisata.id/tantangan-pengembangan-desa-wisata-di-indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tantangan Pengembangan Desa Wisata di Indonesia</a></p>



<p>Ketiga, perlu adanya komitmen bersama di lingkungan <em>stakeholder</em> untuk merumuskan regulasi yang mengarah pada keberlanjutan. Salah satu bentuk aturan ketatnya terkait pelestarian alam, penghormatan lingkungan dan budaya setempat, serta manajemen risiko seperti prosedur keselamatan dan <a href="https://insanwisata.id/manajemen-risiko-destinasi-wisata/">mitigasi bencana</a>. </p>



<p>Keempat, pengembangan ekowisata harus menyertakan peran konservasi dan restorasi. Manajemen pengelola harus bisa menyisihkan sebagian pendapatan pariwisata untuk proyek konservasi dan restorasi alam, seperti penanaman pohon dan pemulihan habitat. Dengan menggabungkan empat komitmen tersebut, ekowisata di Gunung Merapi dapat menjadi model pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat setempat, dan para pengunjung.</p>



<p>Baca juga: <a href="https://insanwisata.id/emisi-karbon-pariwisata/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Emisi Karbon di Industri Pariwisata</a></p>



<div style="height:30px" aria-hidden="true" class="wp-block-spacer"></div>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1600" height="1067" src="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSCF8797.jpg" alt="konsultan ekowisata" class="wp-image-6769" srcset="https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSCF8797.jpg 1600w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSCF8797-300x200.jpg 300w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSCF8797-1024x683.jpg 1024w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSCF8797-768x512.jpg 768w, https://insanwisata.id/wp-content/uploads/2023/10/DSCF8797-1536x1024.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></figure>
</div>


<p></p>



<p></p>



<p></p>
<p>The post <a href="https://insanwisata.id/trekking-plunyon/">Trekking Plunyon: Memahami Konsep Travelling Ramah Lingkungan</a> appeared first on <a href="https://insanwisata.id">Insan Wisata Consulting</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://insanwisata.id/trekking-plunyon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">6768</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>
