Deskripsi proyek
Secara geografis, Meranti Pandak berada pada kawasan tepian Sungai Siak, salah satu elemen ekologis dan historis terpenting bagi Kota Pekanbaru. Sungai Siak tidak hanya berperan sebagai bentang alam, tetapi sebagai ruang hidup yang memengaruhi pola permukiman, mobilitas, ekonomi, dan identitas sosial wilayah. Keberadaan sungai membentuk karakter kampung sungai, yakni aktivitas perahu dan transportasi air, usaha ekonomi berbasis tepian sungai, interaksi sosial yang banyak terjadi di ruang-ruang terbuka sekitar sungai, serta tradisi yang berkembang dari kehidupan masyarakat river-based. Dengan posisi ini, Meranti Pandak memiliki nilai strategis sebagai kawasan yang dapat dikembangkan melalui pendekatan pembangunan berbasis ruang-air (waterfront-based development), penguatan ekonomi lokal, serta pemulihan kualitas lingkungan sungai. Artinya, pengembangan kampung tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menata hubungan masyarakat dengan ruang sungai sebagai sumber kehidupan dan identitas kawasan.
Dalam konteks perencanaan kota, posisi Meranti Pandak juga strategis karena berada di wilayah pengembangan Rumbai, yakni koridor pertumbuhan urban di utara Sungai Siak. Rumbai diproyeksikan sebagai simpul pengembangan kawasan permukiman, jasa, perdagangan, dan konektivitas lintas sungai. Karena itu, rencana induk kampung harus konsisten dengan arah tata ruang kota, terutama RTRW Pekanbaru 2020–2040 dan prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Di sisi lain, Meranti Pandak merupakan kampung-urban yang menghadapi tantangan khas wilayah perkotaan. Kepadatan permukiman, keterbatasan ruang terbuka, tekanan sosial, serta kualitas infrastruktur lingkungan yang belum merata menjadi isu nyata yang perlu ditangani secara serius. Tantangan ini bukan persoalan kecil, karena Meranti Pandak telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas peningkatan kualitas kawasan permukiman dalam kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Berdasarkan kondisi sosial, geografis, dan kebijakan tersebut, penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kampung Meranti Pandak menjadi kebutuhan strategis. Dokumen ini harus menjadi peta jalan transformasi kampung-urban tepi Sungai Siak: (1) meningkatkan kualitas permukiman dan lingkungan hidup; (2) memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat dan ruang sungai; (3) meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat agar mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi kota; (4) menguatkan identitas sosial-budaya kampung sehingga masyarakat memiliki kebanggaan dan orientasi bersama; serta (5) membangun kelembagaan kampung yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Bentuk hasil kolaborasi lainnya
Kami percaya, penceritaan menjadi kekuatan destinasi wisata. Dapatkan cerita menarik lainnya dari perjalanan kami melakukan kolaborasi.










