Di lereng selatan Gunung Merapi, terdapat sebuah desa yang telah hidup berdampingan dengan alam selama bergenerasi. Bagi masyarakat setempat, Merapi bukan sekadar gunung berapi, melainkan ruang hidup yang mengajarkan keseimbangan, ketangguhan, dan rasa hormat terhadap alam. Melalui Hiking & Boping, anak-anak dan orang tua diajak mengenal cara hidup tersebut melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
Perjalanan dimulai dengan menaiki Boping, kendaraan tradisional khas desa yang hanya dapat ditemukan di kawasan ini. Sambil menyusuri jalan-jalan perdesaan, peserta akan disambut oleh masyarakat lokal yang membagikan kisah tentang kehidupan sehari-hari di kaki Merapi, bagaimana mereka memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana, serta bagaimana semangat gotong royong menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan alam.
Petualangan kemudian berlanjut menuju hutan yang sejuk melalui jalur trekking ringan sejauh sekitar 1,5 kilometer. Di sepanjang perjalanan, peserta diajak mengamati berbagai tumbuhan khas lereng Merapi, mengenali fungsi ekologis hutan sebagai penyimpan air, habitat satwa, sekaligus benteng alami yang menjaga keseimbangan lingkungan. Aktivitas ini mendorong anak-anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan observasi, dan kepedulian terhadap alam melalui pengalaman langsung.
Tidak hanya mengenal keindahan alam, peserta juga belajar mengenai kehidupan di kawasan rawan bencana. Bersama pemandu lokal, anak-anak akan mendengar cerita tentang bagaimana masyarakat membangun kesiapsiagaan, membaca tanda-tanda alam, serta menjaga solidaritas ketika Merapi menunjukkan aktivitasnya. Pembelajaran ini membantu anak memahami bahwa hidup berdampingan dengan alam bukan berarti melawannya, melainkan belajar menghormati, memahami, dan beradaptasi dengannya.