Bagaimana jika Teman Kecil belajar sejarah bukan hanya dengan mendengar cerita, tetapi juga dengan mengalaminya secara langsung?
Dalam program Arkeolog Cilik, Teman Kecil diajak menjelajahi kawasan Candi Plaosan untuk mengenal lebih dekat warisan budaya yang telah berdiri selama ratusan tahun. Perjalanan dimulai dengan eksplorasi candi sambil mengamati relief, struktur bangunan, dan berbagai jejak sejarah yang masih dapat ditemukan hingga hari ini.
Selanjutnya, Teman Kecil belajar langsung dari masyarakat lokal yang telah lama tinggal di sekitar kawasan candi. Melalui sesi ini, mereka mengenal bagaimana proses pemugaran candi dilakukan, mengapa pelestarian situs budaya sangat penting, serta bagaimana masyarakat berperan menjaga warisan sejarah agar tetap lestari.
Setelah memahami dasar-dasarnya, Teman Kecil akan bertransformasi menjadi arkeolog cilik. Mereka mempraktikkan tahapan sederhana yang biasa dilakukan seorang arkeolog, mulai dari menemukan artefak, mengidentifikasi bentuk dan karakteristiknya, mengenali fungsi setiap temuan, hingga menganalisis keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat pada masa lampau. Aktivitas ini melatih kemampuan observasi, berpikir kritis, serta menyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang ditemukan.
Sebagai penutup, Teman Kecil akan merasakan pengalaman menjadi seorang pemahat relief atau silpin. Dari aktivitas ini, mereka belajar bahwa setiap ukiran pada candi lahir dari keterampilan, ketelitian, dan dedikasi para pemahat yang menjadi bagian penting dalam terciptanya sebuah mahakarya budaya.
Melalui program ini, sejarah tidak lagi hanya menjadi cerita di dalam buku, tetapi hadir sebagai pengalaman belajar yang mengajak Teman Kecil mengamati, meneliti, berkarya, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya Indonesia.