Borobudur bukan hanya mahakarya arsitektur dunia, tetapi juga sebuah “buku batu” yang menyimpan ratusan kisah tentang kehidupan manusia. Setiap relief yang dipahat lebih dari seribu tahun lalu mengandung pesan mengenai pilihan hidup, kerja keras, kepedulian, hingga hubungan manusia dengan alam. Melalui program Junior Wanderer – Borobudur, anak-anak dan keluarga diajak membaca kisah-kisah tersebut melalui pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan.
Perjalanan dimulai di Relief Karmawibhangga, rangkaian relief yang menggambarkan hubungan antara sebab dan akibat dalam kehidupan manusia. Bersama fasilitator, peserta akan mengamati berbagai adegan yang dipahat pada dinding batu, mengenali cerita yang disampaikan, serta mendiskusikan nilai-nilai yang masih relevan hingga saat ini. Aktivitas ini mengajak anak-anak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, sekaligus melatih kemampuan mereka mengamati, menafsirkan, dan menarik makna dari sebuah karya budaya.
Petualangan kemudian berlanjut ke Museum Borobudur, tempat berbagai peninggalan sejarah dan informasi mengenai pembangunan candi disimpan. Melalui permainan treasure hunt, peserta diajak mencari petunjuk, mengidentifikasi koleksi museum, serta memecahkan berbagai tantangan yang menghubungkan artefak dengan kisah-kisah yang telah mereka pelajari di relief. Dengan cara ini, proses belajar sejarah menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan mendorong rasa ingin tahu anak terhadap warisan budaya Indonesia.
Sebagai penutup, peserta mengikuti workshop meracik jamu tradisional yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat pada masa Borobudur sebagaimana tergambar dalam relief. Anak-anak akan mengenal berbagai tanaman herbal beserta manfaatnya, kemudian meracik jamu sederhana menggunakan bahan-bahan alami. Aktivitas ini menunjukkan bahwa relief Borobudur bukan hanya merekam bangunan atau tokoh, tetapi juga menyimpan pengetahuan tentang kehidupan sehari-hari, termasuk tradisi pengobatan dan pemanfaatan tanaman yang masih diwariskan hingga sekarang.
Melalui Junior Wanderer – Borobudur, anak-anak tidak hanya belajar mengenal salah satu warisan dunia, tetapi juga memahami bahwa sejarah adalah sumber pengetahuan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini. Harapannya, mereka tumbuh dengan rasa ingin tahu, menghargai warisan budaya, serta menyadari bahwa nilai-nilai luhur yang diwariskan melalui relief masih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari